
Walau dikenal kejam dan sadis saat beraksi, komplotan
perampok 'sumbu kompor' ternyata tidak tega melukai bayi berusia 4
bulan, anak penghuni rumah yang disatroninya.
Bahkan, Kojek Mista
(30) salah seorang perampok, sempat membuatkan susu formula kepada sang
bayi yang terbangun saat mereka beraksi, dan berupaya menenangkan sang
bayi dengan menimangnya hingga tertidur.
Itu terjadi saat kawanan beraksi di rumah Fance Lewa, di Perumahan
Cluster BSD Parkland Provance Blok J1, Lengkong Gudang, Serpong,
Tangerang Selatan, Sabtu (22/6/2013) sekitar pukul 01.00.
Kasubdit
Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Herry
Heryawan mengatakan, saat tersangka menyekap Fance Lewa dan istrinya,
bayi pasangan yang berusia 4 bulan, terbangun dan menangis.
"Kedatangan para tersangka mengagetkan bayi korban hingga terbangun dan
menangis, karena tersangka panik. Namun, salah satu tersangka menimang
sang bayi dan membuatkannya susu agar si bayi tenang," kata Herry di
Mapolda Metro Jaya, Senin (22/7/2013).
Menurut Herry, tersangka yang
menimang dan membuatkan susu kepada sang bayi, adalah Kojek Mista.
Kojek mengaku bisa menenangkan sang bayi, karena nalurinya sebagai
seorang ayah.
Saat dipertemukan kepada wartawan, Kojek mengaku
kasihan dan iba dengan sang bayi. Sebab, ia pun memiliki anak dan tahu
bagaimana cara menenangkan sang bayi.
"Saya kan pernah punya anak. Jadi, sedikit banyak tahu bagaimana menimang bayi dan menenangkannya," tuturnya.
Kojek mengaku tak sedikitpun terbersit hendak melukai sang bayi.
"Saya coba membuatnya tenang dan tidur lagi. Tapi, saya tahu saat itu bayinya haus," imbuh Kojek.
Lalu, Kojek mengaku menanyakan kepada sang ibu, atau istri Fance, yang sudah mereka sekap.
"Kata ibunya, anaknya bakal nangis terus kalau tidak diberi susu, dan
itu sudah saya duga. Lalu saya tanya bagaimana kalau dibuatkan susu,"
papar Kojek.
Atas arahan sang ibu yang sudah tersekap dengan kaki dan tangan terikat, Kojek menyeduhkan susu formula bagi sang bayi.
"Kata ibunya, takarannya dua sekop, lalu dicampur sama air panas dan air dingin. Tinggal saya ikuti saja," beber Kojek.
Setelah susu siap, Kojek mengaku menimang sang bayi sambil memberinya susu.
"Saya timang-timang sambil saya beri susu. Lama-lama bayinya tidur.
Setelah tidur, saya letakkan lagi bayinya di kasur. Sebelah kanan dan
kirinya saya letakkan bantal guling, supaya tidak jatuh," ungkap Kojek.
Kojek mengaku tidak berniat melukai korban, meski korban memergokinya.
"Kami juga masih punya rasa kasihan. Jadi, korban tidak kami lukai,
cuma kami ikat. Sebab, incaran kami adalah harta pelaku," cetus Kojek.
Setelah situasi di dalam rumah korban terkendali, para tersangka
kemudian leluasa mengambil barang-barang berharga milik korban.
Di
antaranya, satu laptop dan satu i-Pad sudah ada di meja depan, satu
BlackBerry di kamar, Samsung Galaxy Note, iPhone, uang Rp 3 juta, dan
ATM korban serta perhiasan (cincin dan kalung2 aksesor), sejumlah uang
dolar Singapura, Australia, dan uang ringgit Malaysia.
"Setelah itu
kabur dengan cara panjat tembok lagi. Lalu, jalan kaki sampai perempatan
dan naik angkot di perempatan naik angkot, terus ke Bekasi naik taksi,"
papar Kojek. (tribun/22/7/13)
sumber: Koran FB